Minggu, 15 Desember 2013

penerapan ilmu teknologi dalam bidang akuntansi

                        PENERAPAN ILMU TEKNOLOGI DALAM BIDANG AKUNTANSI
Peran teknologi informasi dalam membantu proses akuntansi dalam perusahaan/organisasi telah lama berlangsung. Alasan utama penggunaan IT dalam akuntansi ialah efisiensi, penghematan waktu dan biaya. Alasan lain termasuk peningkatan efektifitas, mencapai hasil/output laporan keuangan dengan benar. Alasan lainnya yaitu ditambah dengan perlindungan atas aset perusahaan.
Peran IT dalam akuntansi sekarang semakin penting. Kemajuan pesat IT sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan aplikasi ilmu akuntansi. Munculnya istilah enterprise systems, e-business, business intelligence, conforming to assurance and compliance standards, IT governance, business continuity management, privacy management, business process improvement, mobile and remote computing, XBRL, dan knowledge management menunjukkan bahwa dunia akuntansi akan semakin kompleks, tidak hanya berkutat pada jurnal dan penyusunan laporan keuangan saja. Ini membuat dunia akuntansi lebih menarik! Peran akuntan dapat meliputi tiga bidang: perancang, pengguna dan pemeriksa (auditor). Dalam ketiga peran ini, IT akan sangat berperan dalam kesuksesan kerja akuntan.
Bagi mahasiswa akuntansi di Indonesia, patut disadari bahwa kurikulum yang ada belum mendukung terciptanya seorang akuntan yang juga handal dibidang IT. Tentu yang saya maksud bukan handal secara teknis (walaupun ini juga baik sekali jika dapat disiapkan) tapi handal dalam artian paham dan mampu menggunakan IT dalam menunjang peran seorang akuntan.
Tentu saja pengetahuan tentang IT bukan segalanya dalam konteks ilmu sistem informasi akuntansi. Diperlukan pemahaman lainnnya seperti database, pelaporan yang baik, pengendalian, business operation, pemrosesan transaksi, pengambilan keputusan manajemen, pengembangan dan penggunaan sistem, komunikasi, dan pemahaman prinsip akuntansi dan audit.


PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM AKUNTANSI

Perkembangan Teknologi Informasi (IT) yang berkembang dewasa ini memberikan banyak kemudahan pada berbagai kegiatan bisnis karena sebagai sebuah teknologi yang menitik beratkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer, TI dapat memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat. Teknologi informasi (IT) turut berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia.
Perkembangan IT tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang – bidang lain, seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Kemajuan IT juga berpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi yang kegiatannya tidak terlepas dari teknologi informasi tersebut. Semakin maju IT semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi. Perkembangan teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak signifikan terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan. Dampak yang dirasakan secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami perubahan dari sistem manual ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian intern dalam SIA serta peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan keuangan juga akan terpengaruh.Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan
proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Kemajuan IT juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan software audit memfasilitasi pendekatan audit berbasis komputer. Akuntan merupakan profesi yang aktivitasnya banyak berhubungan dengan IT. Perkembangan SIA dan proses audit sebagai akibat dari adanya kemajuan IT dan perkembangan akuntansi akan memunculkan peluang bagi akuntan. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai pengetahuan memadai tentang SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya, akuntan yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit berbasis komputer akan tergusur posisinya karena tidak mampu memberikan jasa yang diperlukan oleh klien.
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan yang sangat signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang berjudul The Third Wave (Robert, 1992). Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Dengan adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing akan terkena imbasnya. Perkembangan IT juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Menurut Arens, terdapat tiga pendekatan auditing pada EDP audit, yaitu audit sekitar komputer (auditing around the computer), audit melalui komputer (auditing through the computer), dan audit berbantuan komputer (auditing with computer). Auditing around the computer adalah audit terhadap penyelenggaraan system informasi komputer tanpa menggunakan kemampuan peralatan itu sendiri, pemrosesan dalam komputer dianggap benar, apa yang ada dalam computer dianggap sebagai “black box” sehingga audit hanya dilakukan di sekitar box tersebut. Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output. Jika dalam pemeriksaan output menyatakan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan, maka operasi pemrosesan transaksi dianggap benar. Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan IT adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Secara singkat manfaat IT dalam Akuntansi adalah :
• Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier)
• Bermanfaat (usefull)
• Menambah produktifitas (Increase productivity)
• Mempertinggi efektifitas (enchance effectiveness)
• Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance)
EXACT™ | Excel for Accounting
Sebuah solusi software akuntansi berbasis Excel yang ringan, cepat, mudah digunakan, mudah dimodifikasi, dan otomatis mencetak laporan keuangan utama seperti neraca, laba rugi, laporan keuangan pelengkap seperti cash flow, hutang piutang, buku besar.
Aplikasi akuntansi itu terus kami kembangkan dan sempurnakan. Setiap kali ada masalah atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan kami update, menyesuaikan dengan kebutuhan.
Tak terasa, aplikasi itu sekarang sudah berumur lebih dari 3 tahun, dan sudah jauh berkembang dibandingkan dengan waktu pertama kali dibuat.
EXACT™ ibarat asisten pribadi yang sangat bisa diandalkan. Cepat, ringan, mudah dan akurat.
EXACT™ adalah pendamping yang harus ada pada setiap karyawan bagian keuangan, sehingga dia bisa konsentrasi mengerjakan hal-hal yang produktif, tidak perlu lagi susah payah lembur hanya untuk membuat laporan keuangan.
Sekarang, apakah Anda menginginkan setidaknya salah satu dari hal-hal berikut?
Fokus pada operasional bisnis dan menciptakan laba, bukannya tenggelam dalam urusan tetek bengek administrasi.
Mengetahui apa yang terjadi pada bisnis atau organisasi secara real time, kapan saja Anda mau.
Mendiagnosa dengan akurat, biaya-biaya apa yang bisa dipangkas supaya bisnis atau organisasi lebih efisien tanpa harus mengganggu operasional.
Mengontrol cash flow dengan leluasa dan perusahaan tidak perlu megap-megap setiap akhir bulannya karena kekeringan likuiditas.
Memonitor hutang – piutang dengan mudah, semudah membaca panel speedometer pada mobil Anda, sehingga tidak perlu kaget ketika ada hutang jatuh tempo atau sebaliknya tidak perlu ada piutang yang lupa ditagih.
Mencetak Laporan Keuangan SEKARANG, tidak perlu menunggu besok.
Saya tegaskan, dengan EXACT™, Anda tidak perlu lagi MEMBUAT laporan keuangan.
Saya tidak salah ketik. Tidak ada lagi perintah kepada karyawan untuk MEMBUAT laporan keuangan.
Karena dengan EXACT™ semua laporan keuangan, baik itu neraca, laba rugi, catatan hutang – piutang dan buku besar OTOMATIS dibuat. Cukup beberapa klik mouse saja untuk menyajikan laporan-laporan tersebut.
Berikut ini beberapa fitur yang membuat EXACT™ sederhana dan mudah digunakan tapi powerfull.
Fleksibel, karena berbasis Excel. Excel sudah sangat familiar bagi kebanyakan orang.
Akun (Account / Rekening / Perkiraan) bisa diedit, jumlahnya unlimited.
User hanya perlu menginput jurnal transaksi (semi otomatis).
Bisa menampilkan laporan neraca, laba rugi, cashflow, buku besar, rincian hutang – piutang lengkap dengan jatuh tempo.

Busines intelligence

                                           DATA INFORMASI DAN PENGETAHUAN

Kecerdasan Bisnis

Perusahaan memerlukan kecerdasan bisnis untuk mengembangkan proses bisnis, memonitor waktu, biaya, kualitas, dan pengendalian. Gartner Group mendefinisikan kecerdasan bisnis/business intelligence (BI) sebagai berikut.

“Busines intelligence is the process of transforming data into information and trough discovery transforming that information into knowledge.”

Dalam definisi tersebut disampaikan bahwa kecerdasan bisnis merupakan proses pengubahan data menjadi informasi. Kumpulan informasi yang ada akan diambil polanya menjadi suatu pengetahuan.

Tujuan kecerdasan bisnis adalah untuk mengubah data yang sangat banyak agar memiliki nilai bisnis melalui laporan analitis.

Definisi Data

Data merupakan respresentasi dari fakta atau gambaran mengenai suatu objek atau kejadian. Kita ambil contoh fakta mengenai biodata mahasiswa yang meliputi nama, alamat, jenis kelamin, agama yang dianut, dan lain-lain. Contoh lain dari fakta mengenai kejadian/transaksi dalam sebuah perusahaan dagang adalah seperti transaksi penjualan yang meliputi waktu transaksi, pelaku transaksinya (pelanggan, kasir), barang yang ditransaksikan, serta jumlah dan harganya. Data dinyatakan dengan nilai yang berbentuk angka, deretan karakter, atau simbol.

Informasi

Informasi merupakan hasil olahan data, dimana data tersebut sudah diproses dan diinterprestasikan menjadi suatu yang bermakna untuk pengambilan keputusan. Informasi juga diartikan sebagai himpunan dari data yang relevan dengan satu atau beberapa orang dalam suatu waktu.

Suatu informasi berguna bagi pembuat keputusan karena informasi bisa menurunkan ketidakpastian (meningkatkan pengetahuan) tentang hal yang sedang dipikirkan.

Makna dari sebuah informasi tentu berbeda-beda antara seorang dengan yang lainnya, tergantung pada tingkat kepentingannya. Misalnya, informasi daftar pelanggan yang potensial akan sangat dibutuhkan oleh bagian marketing di suatu perusahaan guna meningkatkan penjulan produk, tetapi barangkali tidak akan menjadi perhatian di bagian personalia.

Kegunaan informasi bagi seorang juga sangat tergantung pada waktu. Pada suatu waktu tertentu informasi tersebut mungkin sangat diperlukan. Di lain hari, mungkin saja hal tersebut sudah tidak berguna sama sekali. Contohnya, informasi perbandingan harga barang akan sangat dibutuhkan oleh seseorang yang akan membeli barang tersebut. Namun saat dia sedang tidak mempertimbangkan untuk membeli barang tersebut, informasi tersebut menjadi kurang bermakna.

Informasi sangat mungkin akan menjadi data dalam proses yang akan menghasilkan informasi yang lain. Maksud dari pemrosesan data menjadi adalah manipulasi atau transformasi simbol-simbol, seperti angka dan abjad dengan tujuan meningkatkan kegunaannya. Suatu sistem yang mentransfer data menjadi sebuah informasi adalah sistem informasi.

Kualitas Informasi

Agar bisa menyediakan keluaran yang berguna untuk membantu manajer atau para pengambil keputusan, sebuah sistem informasi harus mampu mengumpulkan data dan mentransformasikan data tersebut ke dalam informasi yang memiliki kualitas-kualitas tertentu.

Berikut karakteristik informasi yang berkualitas:
1. Relevan. Informasi yang disajikan sebaiknya terkait dengan keputusan yang akan diambil oleh pengguna informasi tersebut. Misalnya, seorang manajer yang akan memberi kredit kepada pelanggan bisa melihat laporan keuangan pelanggan tersebut karena laporan tersebut terkait dengan keputusan yang akan dibuat, yaitu memberikan atau tidak memberikan kredit kepada pelanggan tersebut.
2. Akurat. Kecocokan antaran informasi dengan kejadian-kejadian atau objek-objek yang diwakilinya. Misalnya, laporan inventaris yang tidak akurat menyebutkan bahwa terdapat 15 unit barang yang tersisa di gudang. Kenyataannya, masih ada 51 unit barang di dalam gedung.
3. Lengkap. Merupakan derajat sampai beberapa jauh informasi menyertakan kejadian-kerjadian atau objek-objek yang berhubungan. Misalnya, penjualan selama satu hari yang seharusnya ada 150 transaksi di laporan hanya tercatat sebanyak 145 transaksi.
4. Tempat waktu. Informasi yang tidak tepat waktu akan menjadi informasi-informasi yang tidak berguna atau tidak dapat dipergunakan untuk membantu mengambil keputusan. Misalnya, informasi jadwal ujian seorang mahasiswa disampaikan setelah kegiatan ujian diselenggarakan. Informasi itu menjadi tidak berguna lagi.
5. Dapat dipahami. Hal tersebut terkait dengan bahasa dan cara penyajian informasi agar pengguna lebih mudah mengambil keputusan.
6. Dapat dibandingkan. Sebuah informasi yang memungkinkan seorang pemakai untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara dua objek atau kejadian yang mirip. Misalnya, membandingkan laporan pendapatan antara tahun 2006 dan 2007.